Apa itu I-GIST?
Mengapa hutan tanaman pohon jabon memiliki prospek cerah.
Pengembangan Hutan Tanaman Jabon, dilatar-belakangi oleh besarnya kebutuhan industri akan bahan baku kayu untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional dan internasional.
Kebutuhan bahan baku kayu nasional saat ini mencapai 60.000.000 m3/tahun hingga 72.000.000 m3/tahun. Namun suplai dari hasil Hutan Alam, Hutan Tanaman Rakyat (HTR), dan Hutan Tanaman Industry (HTI) hanya mencapai 38.000.000 m3/tahun. Sehingga terjadi defisit suplai bahan baku kayu sebesar 22.000.000 m3/tahun - 34.000.000 m3/tahun. Untuk mengantisipasi kebutuhan bahan baku kayu
tersebut, pemerintah mengambil langkah pengembangan hutan produksi
berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan
Nomor: SK.6/VI-BUHA/2012 Tentang Penetapan Rencana Produksi Hasil Hutan Kayu Nasional Tahun 2012 Yang Berasal Dari Pemanfaatan Hutan Produksi Alam Yang Dibebani Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Dalam Hutan Alam (IUPHHK-HA) di setiap Provinsi seluruh indonesia.
Kebutuhan bahan baku kayu
untuk pasar global di mulai pada tahun 2001 saja mengalami kekurangan
yang semakin meningkat tajam sementara pada saat yang bersamaan terjadi
proses penyempitan kawasan hutan. Kenyataan tersebut telah membuka pasar
yang lebar bagi siapa saja yang melakukan investasi dalam bidang perkayuan.
Kerusakan Hutan Tropis Menarik Perhatian Badan Dunia.
Kawasan hutan tropis mengalami kerusakan
yang cukup parah. Penebangan tanpa diimbangi dengan upaya regenerasi
serius menjadi penyebab utama masalah ini. Kerusakan di kawasan hutan
tropis berakibat pada peningkatan suhu bumi dan menipisnya kadar oksigen
bumi. Kenyataan tersebut telah ikut mendorong International Tropical Timmber Organization ITTO untuk ikut serta menentukan masa depan perdagangan kayu dari hutan tropis. ITTO
telah mengumumkan beberapa langkah untuk melindungi hutan dari hutan
tropis yang telah dilaksanakan mulai tahun 2002. Menjelang abad yang
mendatang, ITTO menggunakan syarat bahwa kayu-kayu
hutan tropis tidak boleh diekspor kecuali kayu tersebut merupakan hasil
pengolahan. Oleh karena itu sangat diperlukan program pembudidayaan kayu
secara komersial untuk menghasilkan kayu bermutu dengan nilai yang
lebih tinggi.
Badan dunia FAO mengestimasikan, bahwa
sekitar 13 juta hektar hutan alam di seluruh dunia hilang setiap
tahunnya disebabkan penebangan hutan yang terus terjadi untuk memenuhi
kebutuhan bahan baku kayu.
(Dampak pengerusakan hutan dan REDD+ sebagai solusi)
Saat ini dunia dalam kondisi siaga akan
dampak global warming (Meningkatnya Panas Bumi) sehingga berakibat
adanya perubahan iklim yang tidak dapat di prediksi, hal ini disebabkan
oleh pengerusakan hutan dan exploitasi hutan untuk kebutuhan industri,
sehingga badan dunia membentuk sebuah Frame Work yang dinamakan REDD+
(Reducing Emissions from Deforestation and fores Degradations) yaitu
subuah program penyelamatan bumi dengan Mengurangi polusi carbon (emisi
CO2) dari penebangan dan pengerusakan hutan khususnya pada hutan tropis
yang masih terdapat pada negara-negara berkembang di antaranya
Indonesia.
Mengapa Hutan tropis begitu penting bagi kehidupan di bumi :
* Kerusakan hutan tropis ditambah dengan kegiatan di sektor transportasi menghasilkan emisi C02 diudara yang tidak terkendali.* Apabila pengerusakan hutan tidak di atasi maka perubahan iklim bumi yang kian memanas tidak dapat dihindari.
* hutan tropis memiliki fungsi yang sangat vital bagi bumi sperti, menghasilkan hujan dan mendinginkan suhu bumi.
* kurang lebih 1,4 milyar manusia sangat tergantung kehidupannya kepada hutan tropis.
Respon Pemerintah Terhadap Kerusakan Hutan Tropis
(Pidato Presiden RI Tentang Program hutan lestari - Konfrensi Forest Indonesia 2011)
Pidato
kenegaraan Presiden Republik Indonesia Bapak H. E. Susilo Bambang
Yudhoyono, pada Konfrensi Forest Indonesia 2011, menyatakan bahwa
alternatif masa depan untuk memenuhi kebutuhan pangan, kayu, energi
melalui hutan lestari dengan REDD+, merupakan bagian dari rencana
pemerintah indonesia untuk menempatkan ekonomi Indonesia pada posisi 12
terbaik secara global pada tahun 2025. Hal ini dapat disimpulkan bahwa
pemerintah Republik Indonesia saat ini sangat serius dan konsisten dalam
melindungi hutan tropis Indonesia, yang merupakan sumber daya dan aset
negara yang strategis untuk dijadikan sebagai sumber kemaslahatan bangsa
indonesia dimasa mendatang.
(Pendapat pakar lingkungan hidup tentang REDD+ dan fungsi hutan Indonesia)
Langkah kongkrit pemerintah Republik Indonesia
(wawancara khusus Mentri Kehutanan RI tentang kebijakan kehutanan)
Mentri
kehutanan Republik Indonesia Bapak Zulkifli Hasan, SE, MM, Menyatakan
bahwa pemerintah sejalan dengan REDD+, dengan menghentikan semua jenis
penebangan hutan, tidak lagi memberikan izin Hak Pengelolaan Hutan
(HPH), memperbaiki hutan dengan melakukan penanaman kembali dalam sekala
nasonal, dalam jumlah yang besar dan menggalakkan Hutan Tanaman untuk
mensupply Industri Kayu yang di istilahkan "tanam dulu baru tebang".
Dampak kebijakan pemerintah kepada Industri Kayu.
Dengan
Langkanya bahan baku kayu akibat perubahan kebijakan pemerintah, dalam
hal ini industri tidak diijinkan lagi untuk menebang hutan alam sebagai
sumber bahan baku, tentunya berdampak pada peningkatan harga pasar kayu
olahan yang kian meningkat tajam sajak tahun 2009.
fakta tanya :
*
Kebutuhan bahan baku Industri kayu setiap tahunnya saat ini mencapai 72
Juta meter kubik, sementara kapasitas supply dari hutan alam dan hutan
tanaman yang legal hanya mencapai 38 juta meter kubik, sehingga setiap
tahun terjadi minus supply hingga 34 juta meter kubik.
*
Dari sebuah hasil survey melansir bahwa 5 (lima) kabupaten di Jawa
Barat, Industri oerkayuan yang ada hanya mampu memenuhi 15,60% kapasitas
produksinya, diakibatkan kekurangan bahan baku kayu.
Shingga
berdasarkan fakta-fakta diatas dapat disimpulkan bahwa peluang bisnis
pengembangan Hutan Tanaman sebagai supply bahan baku industri kayu
merupakan peluang bisnis yang memiliki prospek yang sangat cerah dan
menjanjikan value yang sangat tinggi.
I-GIST hadir sebagai penyelenggara hutan tanaman jabon yang professional
I-GIST melihat hal ini
sebagai peluang bisnis yang sangat strategis untuk berkiprah di sektor
pengembangan hutan tanaman untuk memenuhi kebutuhan industri kayu olahan
indonesia disektor bahan baku plywood, blockboard, partical board, pulp
(industri kertas), sektor kerajinan kayu ukiran, peti kemas dan lain
sebagainya.
Meninjau kebutuhan industri yang sangat tinggi tersebut, memacu peningkatan harga kayu nasional meningkat pesat dari tahun ke tahun, sehingga diperlukan langkah yang tepat dalam memilih jenis tanaman kayu yang harus di kembangkan, yang dapat menunjang quantitas dan qualitas kayu standard Industri, mempertimbangkan hal-hal tersebut maka I-GIST memilih pohon jabon sebagai komuditas yang di kembangkan secara monokultur.
(I-GIST Hutan Tanaman Jabon)
Tentang Kayu Jabon
Pohon Jabon adalah peluang usaha dan investasi menguntungkan, merupakan tanaman bahan baku industri yang sangat berkualitas bahkan jika dibandingkan dengan tanaman/pohon albaziah atau sengon.
yang saat ini masih merupakan bahan baku dasar yang umum digunakan pada
industri-industri kayu olahan, seperti: plywood, blockboard, particle
board, hingga peti kemas.
Dibandingkan
dengan jenis-jenis kayu yang lain, kayu jabon merupakan jenis kayu yang
pertumbuhannya sangat cepat, berbatang silinder dan lurus, kayunya
berwarna putih kekuningan tanpa terlihat serat, yang sangat baik
dipergunakan untuk pembuatan kayu lapis maupun kayu gergajian.
Jabon Antocephalus Cadamba
Merupakan salah satu jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan
dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ekologi tumbuh pada
:Ketinggihan 10-2000m dpl, Curah hujan 1250-3000m/th, Perkiraan suhu 100
C 400 C, Kondisi tanah dengan PH 4,5 7,5
Jabon Anthocephalus
cadamba Merupakan satu diantara jenis kayu yang pertumbuhannya sangat
cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ketinggian 0 1000 m
dpl.
Saat ini Jabon menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, karena Jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya termasuk sengon/albazia. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, keunggulan tanaman jabon dapat diuraikan dari beberapa sisi, diantaranya adalah:
1. Diameter batang dapat tumbuh berkisar 10 cm/th
2. Masa produksi jabon yang singkat hanya 4 5 tahun
3. Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus
4. Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri self pluring.
Saat ini Jabon menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, karena Jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya termasuk sengon/albazia. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, keunggulan tanaman jabon dapat diuraikan dari beberapa sisi, diantaranya adalah:
1. Diameter batang dapat tumbuh berkisar 10 cm/th
2. Masa produksi jabon yang singkat hanya 4 5 tahun
3. Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus
4. Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri self pluring.
Bentuk Kayu Jabon
Kayu jabon
Anthocephalus cadamba lebih bagus daripada kayu lainnya, tekstur lebih
halus, bentuknya silinder lurus, berwarna putih kekuningan dan tidak
berserat, batang mudah dikupas, lebih mudah dikeringkan atapun
direkatkan dan tidak cacat, Arah serat terpadu, permukaan kayu
mengkilap, kayu jabon juga sudah terbukti keawetannya atau daya tahannya.
Batang Jabon
Ciri dan karakteristik batang jabon
adalah : Permukaan kayu licin serta arah tegak lurus, berwarna putih
kekuningan mirip meranti kuning, batang mudah dikupas, dikeringkan,
direkatkan, bebas dari cacat mata kayu dan susutnya rendah.
Keunggulan Jabon Antocephalus Cadamba
Jabon memiliki beberapa
keunggulan di bandingkan dengan tanaman kayu rimba lainnya. Selain daya
tumbuhnya yang sangat cepat, tingkat kelurusannya juga tinggi,
berbatang silinder dan cabang yang ada pada masa pertumbuhan akan rontok
dengan sendirinya ketika pohon meninggi. Sifat ini menguntungkan karena
tidak memerlukan pemangkasan. Kayunya berwarna putih agak kekuningan
tanpa terlihat serat sangat baik dipergunakan untuk pembuatan kayu lapis
playwood, mebeler, bahan bangunan non kontruksi, maupun kayu gergajian,
tanaman Jabon menpunyai usai optimal berkisar 12 tahun tetapi pada usia
6 8 tahun sudah dapat di tebang 30 up.
Penanaman dan Perawatan Jabon
Jabon merupakan tanaman yang mudah
tumbuh dan berkembang tidak memerlukan perlakuan khusus dalam
budidayanya, dan tergolong tanaman yang tahan terhadap hama penyakit.
Pertumbuhan Jabon
pertumbuhan Jabon sangat cepat
dibandingkan dengan kayu keras lainnya termasuk bila dibandingkan dengan
sengon albazia, Jabon tergolong tumbuhan pionir sebagaimana sengon. Ia
dapat tumbuh di tanah liat, tanah lempung podsolik cokelat, atau tanah
berbatu. Sejauh ini jabon bebas serangan hama dan penyakit, termasuk karat tumor yang kini banyak menyerang sengon.
Nilai Ekonomi Jabon
Budidaya tanaman jabon
akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan
secara serius dan benar, dari hasil perhitungan yang telah dilakukan
pada tanaman jabon setelah dipanen pada usia 5-6 tahun dengan
asumsi harga terendah dan batang terkecil, pada setiap batang jabon
diperoleh Tinggi batang yang bisa terjual rata-rata 12 m Diameter batang
rata-rata 40 hingga 50cm maka tiap batang pohon jabon
menghasilkan kayu yang bisa dijual sebanyak 1,5 kubik, sedangkan harga
perkubik saat ini Rp 1.000.000,- Jadi harga 1 batang pohon jabon usia 8-10 tahun minimal seharga Rp 1.500.000.
Pemasaran Log Jabon
Karena jenisnya yang berwarna putih agak
kekuningan tanpa terlihat seratnya, sangat dibutuhkan pada industri
kayu lapis playeood.meubelair dan bahan bangunan non kontruksi, sehingga
dalam pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami
kesulitan, bahkan kami telah melakukan kerjasama dengan industri kayu
lapis yang siap untuk membeli setiap saat dalam jumlah yang tidak
terbatas.
Harga kayu jabon perkubik pada tahun 2009 :
1.middle 30-39 Rp 1.000.000
2.middle 40-49 Rp 1.100.000
3.middle 50 up Rp 1.200.000
2.middle 40-49 Rp 1.100.000
3.middle 50 up Rp 1.200.000
Harga ini diprediksi akan mengalami
kenaikan seiring dengan tingkat kebutuhan / permintaan yang tinggi,
sedangkan penyediaan kayunya semakin terbatas.
Industri Yang Menyerap Kayu Jabon
banyak sekali penyerap kayu jabon
diantaranya kayu lapis, industri mebel, pulp, mainan anak-anak, peti
buah, alas sepatu, korek api, tripleks, mebel, bahan bangunan non
konstruksi, dan banyak lagi yang lainnya. kayu jabon juga mudah dibuat vinir dengan sudut kupas 920 ketebalan 1,5 mm.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar